Tiga jenis pesaing yang perlu Anda kenali
Siapa saja yang sebenarnya bersaing dengan usaha Anda?
Pelajaran ini belum terbuka
Materi di sini disusun berurutan supaya ceritanya nyambung. Selesaikan dulu:
Ke pelajaran yang terbukaLangkah 1 dari 5
Laundry baru di ujung jalan
Laundry kiloan Pak Anton sudah berjalan di ruko kecil sewaan dekat kawasan kos. Ia dibantu satu karyawan, dan laundry-nya buka pukul 08.00 sampai 20.00. Beberapa bulan terakhir ia juga melayani antar-jemput malam.
Catatannya dulu menunjukkan banyak penghuni kos pulang pukul 21.00–22.00. Tetapi karyawannya hanya satu, jadi Pak Anton memulai jemputan sampai pukul 21.00 dulu. Kalau peminatnya terbukti cukup, jamnya akan ia perpanjang sampai pukul 22.00.
Minggu ini sebuah laundry baru buka di ujung jalan. Spanduknya besar, berisi promo Rp6.000/kg. Pak Anton langsung berpikir, "Pesaing saya sekarang cuma yang satu ini." Padahal pelanggannya punya jauh lebih banyak pilihan.
Langkah 2 dari 5
Tiga kelompok pilihan pelanggan
Pilihan pelanggan bisa dibagi menjadi tiga kelompok.
- Pesaing langsung menawarkan jasa yang sejenis.
- Pesaing tidak langsung memenuhi kebutuhan yang sama dengan cara lain.
- Alternatif tanpa membeli berarti pelanggan mengerjakan sendiri, menunda, atau tidak membeli sama sekali.
Animasi Pilihan penghuni kos di sekitar ruko Pak Anton
- Laundry baru: Pesaing langsung. Jasanya sejenis, letaknya di ujung jalan.
- Laundry dekat kantor: Pesaing langsung. Jasanya sejenis, letaknya dekat kantor pelanggan.
- Laundry koin swalayan: Pesaing tidak langsung. Pelanggan mencuci sendiri dengan mesin sewaan.
- Mesin cuci mini: Pesaing tidak langsung. Mesinnya dipasang di kamar kos.
- Cuci sendiri: Alternatif tanpa membeli. Baju dicuci sendiri di kamar mandi.
- Tumpuk / bawa pulang: Alternatif tanpa membeli. Cucian ditumpuk sampai akhir minggu atau dibawa ke rumah orang tua.
- Makin ke kanan, makin jarang dianggap pesaing. Padahal semuanya merebut cucian yang sama.
Jangan hanya melihat usaha yang besar atau yang paling kelihatan. Jasa katering kantor, misalnya, bersaing dengan warung dekat kantor, bekal dari rumah, dan aplikasi pesan-antar makanan.
Langkah 3 dari 5
Kelompok yang paling sering terlupa
Pikirkan sejenak
Mas Bima, pelanggan tetap Pak Anton, selalu berhenti memesan di minggu terakhir setiap bulan. Ia tidak pindah ke laundry lain. Lalu ke mana cuciannya?
Kemungkinan besar ia mencuci sendiri, atau menumpuknya sampai gajian. Itu pesaing kelompok ketiga, alternatif tanpa membeli. Pilihan ini gratis, selalu ada, dan sering dipilih saat uang menipis. Pak Anton baru tahu pastinya kalau bertanya langsung kepada Mas Bima.
Kebiasaan mengerjakan sendiri adalah pilihan yang nyata. Kalau tidak dicatat, Anda bisa heran kenapa pesanan turun, padahal "tidak ada pesaing baru".
Langkah 4 dari 5
Kapan masing-masing dipilih?
Perhatikan keadaan saat pelanggan memilih tiap pilihan. Orang yang sama bisa memilih hal berbeda di waktu yang berbeda. Dari obrolan dengan pelanggannya, Pak Anton mencatat tiga hal.
- Laundry dekat kantor dipilih saat pelanggan pulang sebelum laundry itu tutup.
- Mencuci sendiri dipilih di akhir bulan, atau saat cuciannya sedikit.
- Antar-jemput malam Pak Anton dipilih saat pelanggan pulang larut dan cuciannya banyak.
Pak Anton jadi sadar. Laundry baru itu memang perlu diamati. Tetapi bagi pelanggan yang pulang larut, pesaing terberatnya malah kebiasaan mencuci sendiri.
Langkah 5 dari 5
Tidak ada pesaing, berarti peluang?
Coba putuskan
Pak Anton ingin menambah layanan cuci karpet untuk rumah-rumah di perumahan sebelah. Ia berkeliling dan tidak menemukan satu pun usaha cuci karpet di sekitar situ.
Apa langkah yang paling bijak?
Pilihan paling tepat
Betul. Pak Anton jadi tahu apakah kebutuhannya ada, dan apa yang warga lakukan sekarang. Mungkin karpet dicuci sendiri, cukup dijemur, atau dibawa ke tempat jauh. Cara ini butuh beberapa hari dan jawabannya bisa mengecewakan, tetapi keputusannya punya dasar yang jelas.
Pertimbangkan lagi
Kalau memang ada yang mencari, Pak Anton jadi yang pertama. Tetapi bisa jadi belum ada yang membuka jasa ini karena peminatnya sedikit, atau pernah ada yang mencoba lalu berhenti. Uang yang sudah dibelikan peralatan sulit kembali. Langkah ini baru masuk akal setelah ada bukti orang mau membayar.
Pertimbangkan lagi
Risiko rugi memang hilang. Tetapi kesimpulannya terlalu cepat, karena bisa jadi ada kebutuhan yang belum dilayani siapa pun. Pilihan ini masuk akal kalau warga memastikan mereka tidak pernah mencucikan karpet.
Tidak ada pesaing belum tentu berarti ada peluang. Mungkin kebutuhannya belum terbukti, biayanya terlalu tinggi, atau ada aturan yang menyulitkan. Cari tahu dulu alasannya.
Pelajaran selesai
Rangkuman
Pesaing Anda mencakup semua pilihan pelanggan saat ia tidak memakai jasa Anda, termasuk mengerjakan sendiri atau tidak membeli sama sekali.
- Pesaing terdiri dari tiga kelompok, yaitu pesaing langsung, pesaing tidak langsung, dan alternatif tanpa membeli.
- Catat juga keadaan saat pelanggan memilih masing-masing.
- Kalau tidak ada pesaing, cari tahu dulu sebabnya. Bisa jadi kebutuhannya belum terbukti.
Menguji apakah pelanggan mampu dan mau membayar · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.