LANJUT, PERBAIKI, atau BERHENTI
Hasil uji sudah keluar. Apa keputusan saya berikutnya?
Pelajaran ini belum terbuka
Materi di sini disusun berurutan supaya ceritanya nyambung. Selesaikan dulu:
Ke pelajaran yang terbukaLangkah 1 dari 5
Dua minggu kemudian
Uji titip warung Mbak Sari selesai. Dari 30 bungkus, 19 terjual. Warung A menjual 9 bungkus, Warung B 8, dan Warung C hanya 2. Pemilik Warung A bahkan sudah minta dikirimi lagi.
"Dua warung laku keras. Kurang 5 dari 24 tidak apa-apa, kan? Lanjut saja produksi 300 bungkus," pikirnya.
Langkah 2 dari 5
Tiga pilihan keputusan
LANJUT
Batas lolos tercapai. Lanjut ke uji berikutnya yang sedikit lebih besar. Jangan langsung memperbesar usaha.
PERBAIKI
Minat terlihat nyata, tetapi penawaran, harga, atau tempat jualannya perlu dibenahi. Ubah satu hal, lalu uji ulang.
BERHENTI
Bukti tetap lemah setelah diuji dengan jujur, atau risikonya terlalu besar dibanding peluangnya.
Berhenti tidak sama dengan gagal. Uang dan waktu Anda selamat untuk ide lain.
Jadi, kalaupun hasilnya LANJUT, Mbak Sari tidak langsung membuat 300 bungkus. Langkah berikutnya cukup uji di lebih banyak warung.
Langkah 3 dari 5
Baca angkanya per warung
Animasi Hasil uji per warung dibanding batas lolos
- Tiap warung dititipi 10 bungkus. Batas lolosnya 8 per warung, atau 24 dari 30 bungkus.
- Warung A menjual 9 dari 10 bungkus, di atas batas lolos. Pemiliknya minta dikirimi lagi.
- Warung B menjual 8 dari 10 bungkus, pas di batas lolos.
- Warung C juga dekat pasar, tetapi di depan sekolah. Hanya 2 terjual, karena Rp20.000 terasa mahal bagi anak sekolah.
- Totalnya 9 + 8 + 2 = 19 dari 30. Masih kurang 5 dari batas lolos 24.
- Dua warung lolos, tetapi totalnya 19, masih di bawah batas lolos 24 yang ditulis sebelum uji.
Sebelum memutuskan, Mbak Sari mencatat empat hal:
- Angka hasil: 19 dari 30, di bawah batas lolos 24.
- Alasan tidak membeli: Warung C memang dekat pasar, tetapi letaknya di depan sekolah. Pembelinya kebanyakan anak sekolah, dan Rp20.000 terasa mahal bagi mereka.
- Biaya sebenarnya: uang di depan untuk 30 bungkus Rp330.000, ditambah bensin Rp55.000, jadi Rp385.000. Angka ini lewat Rp15.000 dari anggaran Rp370.000, dan dicatat apa adanya.
- Yang belum diketahui: apakah Warung B juga memesan lagi, dan apakah keripik tetap renyah kalau produksinya dua kali lipat.
Di Warung C, sebabnya cukup jelas, yaitu harga. Secara umum, kalau banyak yang tertarik tetapi sedikit yang membeli, cari dulu sebabnya. Mungkin produknya kurang berguna, harganya kemahalan, atau orang belum percaya. Promosi tambahan tidak menyelesaikan sebab-sebab itu.
Langkah 4 dari 5
Apa keputusannya?
Coba putuskan
Batas lolos yang ditulis sebelum uji adalah minimal 24 dari 30 bungkus terjual dalam 14 hari. Hasilnya 19. Warung A dan B lolos, sedangkan Warung C yang di depan sekolah hanya menjual 2.
Keputusan mana yang paling jujur?
Pertimbangkan lagi
Belum tepat. Ini sama dengan mengganti aturan setelah hasil keluar. Batas lolosnya 24 dari 30, dan hasilnya 19. Kalau aturan bisa digeser, uji tidak lagi memberi informasi apa pun.
Pertimbangkan lagi
Batas lolos memang tidak tercapai. Tetapi ide ini baru sekali diuji, dan penyebab sepinya Warung C jelas serta bisa diperbaiki. BERHENTI lebih tepat bila bukti tetap lemah setelah diuji dengan jujur.
Pilihan paling tepat
Betul. Minat terlihat nyata di dua warung. Yang diubah hanya satu hal, yaitu pilihan warung, jadi hasil uji berikutnya mudah dibaca. Batas lolosnya juga tidak diturunkan.
Uji yang sudah selesai dinilai dengan batas lolos awal. Kalau ingin mengubah batas lolos, pakai angka baru itu untuk uji berikutnya.
Mengubah banyak hal sekaligus juga membuat Anda tidak tahu perubahan mana yang berpengaruh. Ubah satu hal setiap kali uji ulang.
Langkah 5 dari 5
Kapan BERHENTI adalah keputusan yang tepat
Pikirkan sejenak
Mbak Sari juga menguji keripik rasa balado. Pada uji pertama, 4 dari 30 bungkus terjual. Ia memperbaiki rasa sesuai masukan pembeli, lalu menguji lagi di warung yang sama. Hasilnya 5 dari 30, padahal batas lolosnya tetap 24. Apa keputusannya?
BERHENTI untuk rasa balado. Rasa ini sudah diuji dua kali dengan jujur. Penyebab yang paling mungkin juga sudah diperbaiki, tetapi buktinya tetap lemah. Uang dan waktunya lebih baik dipakai untuk keripik pedas. Keripik pedas memang belum lolos, tetapi sudah menunjukkan tanda ada pembelinya.
Keputusan berhenti tidak menghapus pelajarannya. Tulis apa yang sudah dicoba dan apa yang belum diketahui. Dengan begitu, ide serupa tidak diulang dengan cara yang sama.
Pelajaran selesai
Rangkuman
Bandingkan hasil uji dengan batas lolos yang ditulis sebelum uji, lalu pilih LANJUT, PERBAIKI, atau BERHENTI beserta satu langkah berikutnya. Batas lolos tidak boleh digeser setelah hasil keluar.
- Bandingkan hasil dengan batas lolos yang ditulis sebelum uji, lalu pilih LANJUT, PERBAIKI, atau BERHENTI.
- LANJUT berarti uji berikutnya dibuat sedikit lebih besar. BERHENTI dipilih bila bukti tetap lemah setelah diuji dengan jujur.
- Keripik pedas Mbak Sari mendapat PERBAIKI. Batas lolos 24 tetap dipakai, dan yang diubah hanya pilihan warungnya.
Modul 05 selesai. Yang sudah Anda pelajari:
- Ubah keyakinan menjadi dugaan yang bisa diujiKeyakinan "pasti laku" tidak bisa diuji. Sebelum mulai mencoba, tulis apa yang akan dihitung, misalnya jumlah bungkus terjual, dan berapa batas lolosnya.
- Bukti kuat dan bukti lemahNilai bukti dari seberapa dekat ia dengan pembelian nyata. Banyaknya pujian tidak menentukan, dan ucapan "nanti saya kabari" belum termasuk pembelian.
- Merancang uji kecil tanpa borosCoba dulu dalam jumlah kecil dengan cara yang jujur. Sebelum mulai, tetapkan sasaran, anggaran paling banyak, angka yang dipantau, tanggal penilaian, dan aturan berhenti.
- LANJUT, PERBAIKI, atau BERHENTIBandingkan hasil uji dengan batas lolos yang ditulis sebelum uji, lalu pilih LANJUT, PERBAIKI, atau BERHENTI beserta satu langkah berikutnya. Batas lolos tidak boleh digeser setelah hasil keluar.
Merancang uji kecil tanpa boros · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.