Modul 06 · Pelajaran 2 dari 4Angka = ilustrasi

Menagih per proyek atau langganan?

Kapan langganan bulanan lebih menguntungkan daripada menagih per proyek?

Langkah 1 dari 5

"Bisa langganan bulanan saja?"

Pemilik kedai kopi, salah satu klien Dita, punya usul. "Tiap bulan saya butuh desain baru. Bagaimana kalau langganan Rp650.000 per bulan untuk 9 desain, kontrak 3 bulan?"

Biasanya Dita menjual paket 9 desain unggahan seharga Rp750.000 per pesanan. Langganan memang enak karena uang masuk tiap bulan. Tetapi apakah memang lebih menguntungkan?

Langkah 2 dari 5

Banyak cara menagih

Ada beberapa cara menagih pelanggan:

  • Per satuan: per bungkus atau per kilogram.
  • Paket: beberapa barang atau layanan sekaligus.
  • Per proyek: satu pekerjaan dengan hasil tertentu, misalnya desain menu cetak Rp500.000 untuk satu rumah makan.
  • Sesuai pemakaian: makin banyak dipakai, makin besar tagihannya.
  • Langganan: bayar rutin setiap bulan atau setiap jangka waktu tertentu.

Setiap cara berpengaruh pada kas, yaitu uang tunai yang benar-benar ada di tangan. Cara menagih juga mengubah kerja sehari-hari. Pilih yang cocok dengan kebutuhan pelanggan. Jangan memilih hanya karena cara itu sedang ramai dibicarakan.

Langkah 3 dari 5

Proyek dan langganan, berdampingan

Animasi Proyek dibanding langganan untuk klien kedai kopi

  1. Biaya per paket Rp450.000, termasuk waktu Dita 6 jam × Rp50.000.
  2. Proyek dibayar per paket. Langganan Rp650.000 per bulan untuk 9 desain, dengan kontrak 3 bulan.
  3. Proyek menyisakan Rp750.000 − Rp450.000 = Rp300.000. Langganan menyisakan Rp200.000, bila kerjanya tetap 6 jam.
  4. Proyek dibayar 50% di muka dan 50% saat selesai. Langganan dibayar setiap awal bulan.
  5. Pesanan proyek datang tidak menentu. Uang langganan masuk rutin, selama klien tidak berhenti.
  6. Proyek menyisakan lebih banyak per pesanan. Langganan lebih pasti, tetapi sisa per bulannya lebih kecil.

Pikirkan sejenak

Dalam 3 bulan, berapa sisa uang Dita dari langganan? Bandingkan dengan kalau klien ini tidak berlangganan dan hanya memesan satu paket proyek dalam 3 bulan.

Langkah 4 dari 5

Tiga pertanyaan sebelum memilih

Dita menimbang dari tiga sisi:

  • Seberapa sering dibutuhkan: kedai ini mengunggah dua kali seminggu, jadi butuh desain baru tiap bulan.
  • Biaya pelayanan: langganan memakan 6 jam kerja Dita setiap bulan. Jam itu tidak bisa dipakai untuk klien lain yang membayar lebih.
  • Risiko klien berhenti: bagaimana kalau klien berhenti di tengah jalan? Perlu aturan tertulis, misalnya pemberitahuan satu bulan sebelum berhenti.

Pilah

Kebutuhan ini lebih cocok ditagih per proyek atau langganan? Ketuk jawaban Anda.

  • Desain katalog produk

  • Desain unggahan untuk kedai yang mengunggah dua kali seminggu

  • Logo untuk usaha baru

  • Perawatan mesin kopi berkala

  • Desain menu cetak saat rumah makan mengganti daftar harga

  • Poster untuk toko yang selalu promo tiap awal bulan

Langkah 5 dari 5

Jebakan "langganan pasti lebih untung"

Langganan sering disertai potongan harga, jadi sisa per bulan mengecil. Langganan juga menuntut klien merasa mendapat hasil baru setiap bulan. Kalau tidak, mereka berhenti.

Dita akhirnya menerima kontrak percobaan 3 bulan. Selama itu ia mencatat jam kerjanya. Kalau kerjanya tetap 6 jam per bulan, sisanya hanya Rp200.000. Berarti harga langganan perlu dinaikkan saat kontrak diperpanjang.

Pelajaran selesai

Rangkuman

Cara menagih sebaiknya cocok dengan seberapa sering pelanggan membutuhkan jualan Anda. Langganan belum tentu lebih untung, jadi hitung dulu sisa uang, kapan uang masuk, dan risiko pelanggan berhenti.

  • Tagihan bisa dibuat per satuan, per paket, per proyek, sesuai pemakaian, atau langganan.
  • Tiap cara menagih memengaruhi kapan uang masuk dan bagaimana Anda bekerja. Pilih yang cocok dengan kebutuhan pelanggan.
  • Langganan tidak otomatis lebih untung daripada tagihan per proyek. Hitung sisanya dulu.

Jual hasil yang dirasakan pembeli · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.