Menjual ke perorangan dan ke usaha itu berbeda
Apakah menjual ke perorangan sama dengan menjual ke usaha lain?
Pelajaran ini belum terbuka
Materi di sini disusun berurutan supaya ceritanya nyambung. Selesaikan dulu:
Ke pelajaran yang terbukaLangkah 1 dari 5
Yang satu cepat, yang satu lama
CV Kemas Mandiri memasok kotak makanan ke usaha makanan. Pagi ini, pemilik usaha kue rumahan memesan 1 pak (isi 100 kotak) lewat WhatsApp. Ia langsung transfer, dan semuanya beres dalam satu jam.
Penawaran ke sebuah katering kantor lain ceritanya. Sudah tiga minggu belum ada jawaban. "Tunggu persetujuan pemilik dulu," kata staf pembeliannya. Apakah ada yang salah?
Langkah 2 dari 5
Pembeli perorangan dan pembeli usaha
Orang sering membedakan dua jenis penjualan ini:
- Menjual ke perorangan (sering disingkat B2C). Biasanya diputuskan satu orang, dan transaksinya cepat.
- Menjual ke usaha lain (sering disingkat B2B). Biasanya melibatkan beberapa orang, butuh persetujuan dan penawaran tertulis, dan dibayar belakangan. Misalnya dibayar 30 hari setelah barang diterima.
Animasi Dua pembeli kotak makanan, langkah demi langkah
- Kita ikuti langkah kedua pembeli ini, dari kontak pertama sampai uang diterima.
- Si ibu tahu dari status WhatsApp. Staf katering minta penawaran tertulis lebih dulu.
- Si ibu cukup bertanya ukuran dan harga. Katering harus menunggu persetujuan pemilik.
- Si ibu langsung transfer. Katering mengirim surat pesanan resmi.
- Si ibu menerima 1 pak kotak. Katering menerima barang, lalu membayar 30 hari kemudian.
- Pembelian si ibu beres dalam satu jam. Pembelian katering bisa makan waktu berminggu-minggu.
- Tapi tidak selalu begitu. Usaha kue rumahan tadi juga pembeli usaha, dan ia membeli dalam satu jam.
Sebaliknya, pembeli perorangan yang membeli barang mahal bisa berpikir lama sekali.
Langkah 3 dari 5
Siapa memakai, memutuskan, membayar?
Pada setiap penjualan ada tiga peran. Di katering kantor, tiga peran itu dipegang tiga orang yang berbeda. Kekhawatiran mereka juga berbeda.
- Pemakai adalah staf dapur. Ia ingin kotaknya tidak bocor dan mudah dilipat.
- Pembuat keputusan adalah pemilik katering. Ia memikirkan harga dan pasokan yang lancar.
- Pemegang uang adalah bagian keuangan. Ia butuh tagihan yang jelas.
Staf pembelian yang Anda hubungi biasanya hanya penghubung. Ia tidak memegang satu pun dari tiga peran itu. Pada pembeli perorangan, ketiga peran sering ada pada satu orang.
Coba putuskan
Staf pembelian katering bilang ia suka contoh kotak dari CV Kemas Mandiri. Ia berjanji mengusulkannya ke pemilik. Sudah tiga minggu tidak ada kabar.
Apa langkah berikutnya yang paling bijak?
Pertimbangkan lagi
Ini menunjukkan Anda serius. Tetapi staf itu tidak berwenang memutuskan, jadi ia bisa merasa ditekan. Menghubungi lagi tetap perlu, asalkan tidak terlalu sering dan membawa kabar yang berguna.
Pertimbangkan lagi
Ini bisa mempercepat kalau hambatannya memang harga. Masalahnya, itu belum diketahui. Diskon juga memotong sisa per pak, yang hanya Rp45.000 setelah harga pabrik, ongkos kirim, dan potongan pembayaran. Lebih masuk akal setelah ada keberatan harga yang jelas.
Pilihan paling tepat
Betul. Staf itu jadi punya bahan untuk meyakinkan pemilik, berisi ukuran, harga, jumlah minimum, dan syarat bayar. Prosesnya mungkin tetap lama. Pembelian antarusaha memang sering berjalan begitu.
Pada penjualan ke usaha, bantu orang yang Anda hubungi meyakinkan pemilik dan bagian keuangan dengan penawaran tertulis.
Langkah 4 dari 5
Dari contoh kotak sampai uang masuk
Makin besar pesanannya, makin banyak bukti yang dibutuhkan pembeli. Untuk 1 pak, foto dan harga sudah cukup. Untuk ratusan kotak pesanan katering, pembeli butuh contoh barang, ukuran pasti, dan jadwal kirim yang bisa dipegang.
Penjualan juga belum selesai saat barang dikirim. Uangnya baru masuk belakangan.
Animasi Langkah CV Kemas Mandiri menjual ke katering kantor
- Berkenalan. Menghubungi staf pembelian dan menanyakan kotak seperti apa yang mereka butuhkan.
- Kirim contoh. Mengirim contoh kotak beserta ukurannya.
- Penawaran tertulis. Berisi harga, jumlah minimum, dan waktu kirim.
- Pesanan resmi. Pemilik setuju, lalu katering mengirim surat pesanan resmi.
- Kirim dan tagih. Barang dikirim, dan tagihannya diserahkan ke bagian keuangan.
- Uang masuk. Uang baru diterima 30 hari setelah barang sampai.
- Saat mencatat langkah penjualan, masukkan juga tahap menagih dan menunggu bayar.
Tebak dulu
Katering memesan 20 pak seharga Rp180.000 per pak, dibayar 30 hari kemudian. Pabrik minta dibayar di muka Rp120.000 per pak. Berapa yang harus dibayar CV Kemas Mandiri ke pabrik sebelum katering membayar?
Jawabannya: Rp2.400.000
20 pak dikali Rp120.000, hasilnya Rp2.400.000. Uang ini baru kembali saat katering membayar tagihan Rp3.600.000. Ongkos kirim juga keluar lebih dulu, yaitu 20 kali Rp10.000 sama dengan Rp200.000. Jadi uang yang keluar sebelum katering membayar sebesar Rp2.600.000. Pastikan uang di kas cukup selama menunggu.
Langkah 5 dari 5
Jebakan: satu kalimat jualan untuk semua pembeli
Kalimat "Yuk pesan sekarang, stok terbatas!" mungkin pas untuk pemilik usaha kue rumahan. Staf pembelian kantor akan merasa didesak. Kalimat itu juga tidak menjawab yang ia perlukan, yaitu ukuran, harga resmi, dan syarat bayar.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah hanya meyakinkan pemakai. Padahal yang memutuskan dan yang membayar adalah orang lain.
Pelajaran selesai
Rangkuman
Menjual ke perorangan dan menjual ke usaha lain melewati langkah yang berbeda sampai barang dibayar. Kenali siapa yang memakai, memutuskan, dan membayar. Setelah itu, sesuaikan bukti yang Anda berikan dan cara Anda menghubungi lagi.
- Pembeli perorangan sering memutuskan sendiri dan cepat. Pembeli usaha sering melibatkan beberapa orang, minta penawaran tertulis, dan membayar belakangan. Tetapi selalu ada pengecualian.
- Cari tahu siapa pemakai, pembuat keputusan, dan pemegang uang. Makin besar pesanan, makin lengkap bukti yang perlu Anda siapkan.
- Kalimat jualan yang sama jarang cocok untuk semua jenis pembeli.
Tampilan usaha yang cukup untuk mulai · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.