Lanjut, perbaiki, tunda, atau berhenti?
Setelah sebulan berjalan, usaha ini dilanjutkan, diperbaiki, ditunda, atau dihentikan?
Pelajaran ini belum terbuka
Materi di sini disusun berurutan supaya ceritanya nyambung. Selesaikan dulu:
Ke pelajaran yang terbukaLangkah 1 dari 5
"Pasang iklan saja, biar makin laris"
Tiga puluh hari sudah lewat. Mbak Sari mencoba berjualan di marketplace, yaitu toko online di aplikasi belanja, dengan gratis ongkir. Dalam sebulan, 50 bungkus terjual di sana. Adiknya menyarankan, "Pasang iklan di sana saja, biar makin ramai."
Saran itu terdengar wajar. Tetapi penjualan yang ramai belum tentu menguntungkan. Penjualan yang sepi juga belum tentu berarti gagal.
Langkah 2 dari 5
Lima sisi, empat pilihan
Ada lima sisi yang dinilai. Pertama, permintaan (adakah pembeli yang mau membayar?). Kedua, sisa per bungkus (apakah setiap penjualan menyisakan uang?). Ketiga, untung atau rugi sebulan. Keempat, kemampuan memenuhi pesanan. Kelima, risiko.
Setelah itu, pilih satu dari empat keputusan berikut.
LANJUT
Teruskan, atau tambah sedikit demi sedikit sambil terus dicek. Cocok bila kelima sisi cukup sehat.
PERBAIKI
Benahi kelemahan yang sudah jelas. Cocok bila pembelinya ada, tetapi satu sisi bermasalah.
TUNDA
Berhenti sementara sambil membereskan syarat yang belum siap, misalnya uang, izin, atau label.
BERHENTI
Hentikan kegiatan yang tetap rugi walaupun sudah diperbaiki.
Contoh TUNDA: CV Kemas Mandiri menunda pelanggan besar yang baru mau membayar 30 hari kemudian, sampai uangnya cukup untuk membayar pabrik di muka.
Langkah 3 dari 5
Lembar nilai 30 hari Mbak Sari
Mbak Sari mengisi lembar nilai, yaitu catatan sederhana berisi lima sisi tadi. Biaya bulanan yang ia hitung adalah biaya yang tetap dibayar setiap bulan berapa pun yang terjual, seperti tambahan listrik, internet, dan perawatan alat.
PermintaanFakta
Terjual 140 bungkus, yaitu 60 di warung, 30 lewat WhatsApp, dan 50 di marketplace. Sebanyak 18 pembeli sudah membeli lagi.
Sisa per bungkusPerlu dicek
Di warung sisanya Rp8.000 per bungkus. Lewat WhatsApp Rp9.000, karena tidak ada potongan titip. Di marketplace tidak ada potongan titip, jadi biaya membuatnya Rp11.000. Ditambah potongan marketplace sekitar Rp1.000 (angka latihan) dan gratis ongkir rata-rata Rp9.000, biayanya Rp21.000 untuk harga Rp20.000.
Untung atau rugi sebulanFakta
Sisa dari warung 60 × Rp8.000 = Rp480.000, dari WhatsApp 30 × Rp9.000 = Rp270.000, lalu dikurangi rugi marketplace 50 × Rp1.000. Hasilnya Rp700.000. Biaya bulanan Rp1.200.000, jadi bulan ini kurang Rp500.000 dan ditutup dari tabungan.
Kemampuan memenuhiFakta
Di sela kerja paruh waktunya, ia sanggup membuat sekitar 200 bungkus sebulan. Bulan ini terpakai 140.
RisikoPerlu dicek
Pembeli marketplace mungkin datang hanya karena gratis ongkir. Dugaan ini belum dicek.
Ilustrasi. Kalau ongkirnya dibayar pembeli, biaya di marketplace tinggal Rp11.000 ditambah Rp1.000, yaitu Rp12.000. Setiap bungkus menyisakan Rp8.000, dan sisa sebulan menjadi Rp1.150.000. Itu hanya kurang Rp50.000 dari biaya bulanan.
Sisi sisa per bungkus diberi tanda "Perlu dicek". Mari bandingkan satu bungkus di dua tempat jualan.
Animasi Satu bungkus di warung dan WhatsApp vs marketplace
- Harga sama, keripik sama. Yang berbeda adalah potongannya dan siapa yang menanggung ongkir.
- Warung 60 dan WhatsApp 30. Marketplace yang baru dicoba sudah menjual 50 bungkus, cukup banyak.
- Harga jualnya sama, Rp20.000 per bungkus.
- Di marketplace, biaya membuat Rp11.000 ditambah potongan Rp1.000 dan ongkir Rp9.000. Jumlahnya Rp21.000.
- Warung menyisakan Rp8.000, WhatsApp Rp9.000. Di marketplace Rp20.000 dikurangi Rp21.000, jadi minus Rp1.000.
- Warung 60 × Rp8.000 dan WhatsApp 30 × Rp9.000, jumlahnya Rp750.000. Dikurangi rugi Rp50.000, tinggal Rp700.000.
- Penjualan di marketplace cukup banyak, tetapi setiap bungkusnya rugi. Makin banyak terjual di sana, makin besar ruginya.
Langkah 4 dari 5
Jadi, keputusannya?
Coba putuskan
Marketplace menjual cukup banyak, yaitu 50 bungkus, tetapi setiap bungkus di sana rugi Rp1.000. Warung masih menyisakan Rp8.000 dan WhatsApp Rp9.000 per bungkus.
Keputusan apa yang paling masuk akal untuk 30 hari ke depan?
Pertimbangkan lagi
Pesanan bertambah, tetapi setiap bungkus tambahan menambah rugi, belum lagi biaya iklannya. Kemampuan membuat 200 bungkus juga cepat penuh. Iklan baru masuk akal setelah setiap bungkus di sana menyisakan uang.
Pilihan paling tepat
Betul. Pembelinya sudah ada. Masalahnya ada di hitungan per bungkus, jadi hitungan itu yang dibenahi dulu. Iklan bisa dipikirkan nanti.
Pertimbangkan lagi
Pilihan ini ikut menghentikan warung dan WhatsApp yang sudah sehat. TUNDA lebih cocok bila ada syarat yang belum siap, misalnya label atau izin yang belum beres.
Pertimbangkan lagi
Ruginya langsung berhenti, tetapi 50 bungkus permintaan ikut hilang. BERHENTI tepat bila setelah dihitung ulang, marketplace tetap tidak bisa menyisakan uang.
Kalau biaya per bungkus lebih mahal dari harga jualnya, perbaiki dulu hitungannya sebelum menambah penjualan.
Keputusan PERBAIKI perlu langkah yang jelas. Mbak Sari menulis dua tindakan. Pertama, mulai Senin ongkir marketplace dibayar pembeli, kecuali untuk pesanan yang cukup besar sehingga masih menyisakan uang. Kedua, dalam dua minggu ia menawari 10 toko berikutnya dari daftarnya. Risiko yang ia pantau adalah berapa pembeli marketplace yang tetap membeli setelah aturan ongkir berubah.
Langkah 5 dari 5
Usaha tidak harus besar untuk berhasil
Kalau pesanan naik lebih cepat daripada kemampuan membuat dan uang yang tersedia, usaha bisa kewalahan. Misalnya iklan membuat pesanan naik dua kali lipat menjadi 280 bungkus. Mbak Sari tidak sanggup membuatnya. Pesanan bisa telat, mutu turun, dan uangnya habis untuk bahan.
Usaha tidak harus membesar untuk dianggap berhasil. Usaha yang stabil, uangnya sehat, dan cocok dengan waktu Anda juga berhasil.
Ini pelajaran terakhir kursus. Anda tidak harus punya semua jawaban. Cukup ulangi langkah yang sama setiap bulan, yaitu menghitung, menguji kecil-kecilan, menilai, lalu memutuskan dengan alasan.
Animasi Langkah bulan depan Mbak Sari
- Hitung. Hitung sisa per bungkus di marketplace setelah ongkir dibayar pembeli.
- Uji kecil. Selama dua minggu, catat berapa pembeli marketplace yang tetap membeli.
- Nilai. Di hari ke-30, isi lagi lembar nilai lima sisi.
- Putuskan. Pilih LANJUT, PERBAIKI, TUNDA, atau BERHENTI, lengkap dengan alasan dan dua tindakan berikutnya.
- Lalu ulangi lagi bulan berikutnya.
Pelajaran selesai
Rangkuman
Nilai 30 hari terakhir dari lima sisi, lalu pilih LANJUT, PERBAIKI, TUNDA, atau BERHENTI beserta alasan dan dua tindakan berikutnya. Penjualan yang ramai belum tentu menguntungkan, dan usaha tidak harus besar untuk dianggap berhasil.
- Nilai usaha dari permintaan, sisa per bungkus, untung atau rugi sebulan, kemampuan memenuhi pesanan, dan risiko.
- Pilih LANJUT, PERBAIKI, TUNDA, atau BERHENTI. Tulis alasannya dan dua tindakan berikutnya yang jelas.
- Pesanan yang ramai tetapi rugi per bungkus perlu dibenahi dulu sebelum ditambah.
Modul 14 selesai. Yang sudah Anda pelajari:
- Pilih sedikit angka yang membantu memutuskanUsaha kecil cukup memantau 4–6 angka. Syaratnya, setiap angka jelas cara menghitungnya, kapan dicek, dan dipakai untuk memutuskan apa.
- Membaca corong penjualan tanpa salah tafsirSetiap persen harus jelas dihitung dari tahap mana ke tahap mana. Kalau datanya masih sedikit, persennya mudah berubah, jadi jangan buru-buru menyimpulkan.
- Uji satu perubahan, lalu ukur hasilnyaUbah satu hal, ukur dengan cara yang sama, lalu putuskan. Kalau jumlahnya masih kecil, jangan langsung bilang "terbukti". Ingat juga bahwa hal lain, seperti tanggal gajian, bisa ikut menggeser angka.
- Lanjut, perbaiki, tunda, atau berhenti?Nilai 30 hari terakhir dari lima sisi, lalu pilih LANJUT, PERBAIKI, TUNDA, atau BERHENTI beserta alasan dan dua tindakan berikutnya. Penjualan yang ramai belum tentu menguntungkan, dan usaha tidak harus besar untuk dianggap berhasil.
Uji satu perubahan, lalu ukur hasilnya · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.