Modul 01 · Pelajaran 1 dari 4Angka = ilustrasi

Usaha bukan jalan pintas

Apakah membuka usaha selalu lebih baik daripada bekerja?

Langkah 1 dari 5

"Kok kelihatannya gampang, ya?"

Mbak Sari bekerja paruh waktu sebagai admin. Biaya sekolah anaknya naik, jadi ia butuh tambahan sekitar Rp1.500.000 per bulan.

Di media sosial ia melihat cerita orang yang mulai jualan dari dapur. Beberapa bulan kemudian, omzetnya puluhan juta. Mbak Sari pandai membuat keripik singkong pedas. Ia pun bertanya-tanya, "Apa saya buka usaha saja, ya?"

Langkah 2 dari 5

Apa sebenarnya bisnis itu

Ada dua bagian penting dari pengertian tadi.

  • Mengatasi masalah orang. Orang mau membayar karena hidupnya jadi lebih mudah, lebih hemat, atau lebih menyenangkan.
  • Uangnya cukup untuk terus jalan. Kalau hasil penjualan tidak cukup untuk menutup biaya, usaha itu tidak akan bertahan, seramai apa pun pembelinya.

Membuka usaha juga tidak otomatis lebih baik daripada bekerja. Usaha menyita waktu dan tenaga, dan bisa rugi. Bekerja untuk orang lain tetap pilihan yang baik.

Sebelum mulai, tentukan juga tujuannya. Apakah usaha ini untuk menambah pemasukan, atau untuk menopang hidup?

Animasi Usaha sampingan atau usaha utama?

  1. Usaha yang sama bisa terasa sangat berbeda, tergantung tujuannya.
  2. Usaha sampingan untuk menambah pemasukan. Usaha utama untuk menopang kebutuhan hidup.
  3. Usaha sampingan boleh tumbuh pelan. Usaha utama harus menghasilkan cukup uang setiap bulan.
  4. Kalau usaha sampingan gagal, yang hilang uang uji coba. Kalau usaha utama gagal, kebutuhan rumah ikut terancam.
  5. Karena itu, usaha sampingan terasa lebih ringan. Tekanan usaha utama jauh lebih besar.
  6. Mbak Sari masih punya kerja paruh waktu. Jadi keripiknya cocok dicoba sebagai usaha sampingan dulu.

Langkah 3 dari 5

Omzet belum tentu uang bawa pulang

Omzet adalah seluruh uang dari penjualan. Angkanya terlihat besar, tetapi sebagian besar biasanya habis untuk membayar biaya.

Biayanya ada dua macam. Biaya per bungkus keluar setiap kali satu bungkus dibuat, misalnya bahan dan kemasan. Biaya bulanan tetap dibayar setiap bulan, berapa pun yang terjual. Untuk Mbak Sari, isinya tambahan listrik, internet, perawatan alat, serta biaya izin. Label tidak dihitung lagi di sini, karena sudah masuk biaya per bungkus.

Nanti, saat usaha sudah berjalan penuh, biaya bulanannya sekitar Rp1.200.000. Selama masih uji coba kecil-kecilan, biayanya jauh lebih kecil. Uang uji cobanya juga dibatasi, seperti yang akan dibahas di pelajaran berikutnya.

Coba hitung dulu untuk 100 bungkus.

Tebak dulu

Mbak Sari menjual 100 bungkus keripik seharga Rp20.000. Omzetnya Rp2.000.000. Biaya membuat dan menitipkan satu bungkus Rp12.000. Berapa yang tersisa setelah biaya per bungkus dibayar?

Rp1.500.000

Begini rincian satu bungkusnya. Gas sudah dihitung di sini, jadi tidak masuk lagi ke biaya bulanan.

Animasi Ke mana Rp20.000 dari satu bungkus?

  1. Satu bungkus keripik terjual: Rp20.000.
  2. − Rp7.000 untuk singkong & bumbu.
  3. − Rp2.000 untuk minyak & gas.
  4. − Rp2.000 untuk kemasan & label.
  5. − Rp1.000 untuk potongan titip.
  6. Sisa per bungkus: Rp8.000. Dari sisa ini, biaya bulanan seperti tambahan listrik dan internet masih harus dibayar.

Kalau uang penjualan langsung terpakai untuk belanja harian, Mbak Sari tidak punya uang untuk membeli bahan berikutnya.

Langkah 4 dari 5

Kerja tambahan atau jualan?

Misalkan usahanya sudah berjalan penuh. Supaya bisa membawa pulang Rp1.500.000, sisa per bungkus juga harus menutup biaya bulanan Rp1.200.000. Totalnya Rp2.700.000. Kalau dibagi Rp8.000 per bungkus, hasilnya 337,5. Artinya, ia perlu menjual sekitar 338 bungkus sebulan, atau kira-kira 11 bungkus setiap hari. Di bulan pertama, angka itu belum tentu tercapai.

Coba putuskan

Mbak Sari ditawari kerja admin tambahan setiap Sabtu. Bayarannya cukup untuk menutup tambahan yang ia butuhkan, dan diterima tiap bulan. Ia juga ingin mulai jualan keripik.

Apa langkah yang paling masuk akal untuk kebutuhan bulan depan?

Langkah 5 dari 5

Putuskan dengan keadaan Anda sendiri

Cerita sukses di media sosial biasanya hanya menampilkan hasilnya. Biaya, jam kerja, dan usaha yang gagal jarang ikut diceritakan.

Jadi putuskan berdasarkan keadaan Anda sendiri. Lihat kebutuhan hidup Anda, keterampilan yang Anda punya, dan apakah Anda bisa mencoba kecil-kecilan dulu. Jangan berhenti bekerja sebelum usaha terbukti menghasilkan.

Pelajaran selesai

Rangkuman

Bisnis berarti membantu orang mengatasi masalahnya, dan uang dari penjualannya cukup untuk membuat usaha itu terus berjalan. Usaha tidak otomatis lebih baik daripada bekerja. Omzet pun belum tentu uang yang bisa dibawa pulang.

  • Bisnis yang sehat mengatasi masalah orang. Hasil penjualannya juga cukup untuk membayar semua biaya usaha itu.
  • Usaha tidak selalu lebih baik daripada bekerja. Bedakan dulu usaha sampingan dan usaha utama.
  • Omzet belum bisa langsung dibawa pulang. Biaya tiap bungkus dan biaya bulanan harus tertutup dulu.

Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.