Modul 01 · Pelajaran 2 dari 4Angka = ilustrasi

Peta modal yang sebenarnya

Apa saja modal yang sebenarnya sudah Anda miliki?

Langkah 1 dari 5

"Saya belum punya modal"

Mbak Sari membayangkan usaha keripik yang "serius". Ada wajan besar baru, alat peniris minyak, dan lapak sewaan di pasar. Totalnya jauh di atas tabungannya. "Berarti saya belum punya modal," pikirnya.

Padahal ia sudah punya resep, dapur, dan kenalan. Tinggal dilihat, mana yang benar-benar bisa dipakai.

Langkah 2 dari 5

Modal bentuknya macam-macam

Modal adalah semua yang bisa Anda pakai untuk memulai, yaitu uang, keterampilan, waktu, kenalan, dan peralatan. Mbak Sari menuliskannya satu per satu. Ia hanya menulis yang benar-benar sudah terbukti.

Peta modal Mbak Sari
  • Uang aman dipakaiFakta

    Rp1.000.000, setelah dana darurat dan kebutuhan bulan depan disisihkan.

  • KeterampilanFakta

    Keripik pedas. Pernah membuat 50 bungkus untuk arisan RT, dan semuanya habis.

  • Waktu per mingguFakta

    10 jam, yaitu tiga sore masing-masing 2 jam, ditambah hari Minggu pagi 4 jam. Dilihat dari jadwal minggu lalu.

  • KenalanFakta

    Kenal tiga pemilik warung di gang, dan ikut grup WhatsApp warga RT.

  • PeralatanFakta

    Kompor dan wajan di dapur sendiri. Wajannya kecil, tetapi cukup untuk uji coba.

  • Warung mau dititipiPerlu dicek

    Belum pernah ditanyakan langsung.

Kotak bergaris putus-putus masih dugaan. Isi peta modal dengan hal yang sudah terbukti, misalnya "pernah membuat 50 bungkus". Kalimat seperti "saya suka masak" belum cukup.

Langkah 3 dari 5

Tidak ada yang benar-benar gratis

Waktu dan peralatan memang sudah ada, tetapi tetap ada harganya. Waktu punya biaya peluang. Artinya, ada penghasilan atau kegiatan lain yang Anda lewatkan karena jamnya dipakai untuk usaha. Wajan dan kompor juga bisa rusak dan perlu dirawat.

Pikirkan sejenak

Mbak Sari memakai 10 jam per minggu untuk keripik. Kalau jam itu bisa dipakai untuk kerja tambahan yang dibayar Rp20.000 per jam, berapa "harga" waktunya?

Langkah 4 dari 5

Pisahkan uangnya

Tabungan Mbak Sari Rp6.000.000. Sebanyak Rp4.000.000 adalah dana darurat, yaitu cadangan untuk kejadian mendadak seperti sakit. Rp1.000.000 lagi untuk uang sekolah dan kebutuhan bulan depan. Jadi yang aman untuk uji coba hanya Rp1.000.000.

Animasi Dari tabungan ke uang yang aman dipakai

  1. Tabungan Mbak Sari: Rp6.000.000.
  2. − Rp4.000.000 untuk dana darurat.
  3. − Rp1.000.000 untuk uang sekolah & kebutuhan bulan depan.
  4. Aman untuk uji coba: Rp1.000.000. Hanya seperenam dari tabungannya.

Pilah

Uang ini boleh dipakai untuk uji coba usaha, atau jangan disentuh?

  • Sisa tabungan setelah dana darurat dan kebutuhan bulan depan disisihkan

  • Dana darurat

  • Uang sekolah anak bulan depan

  • Uang arisan yang harus disetor bulan ini

  • Bagian bayaran kerja tambahan yang memang disisihkan untuk usaha

Kalau uang aman Anda nol, mulailah dari keterampilan dan waktu dulu. Atau tunda sampai ada uang yang tidak mengganggu kebutuhan rumah kalaupun habis.

Langkah 5 dari 5

Mulai dari yang sudah ada

Coba putuskan

Mbak Sari punya uang aman Rp1.000.000, dapur sendiri, 10 jam per minggu, dan kenalan tiga pemilik warung. Ia ingin terlihat serius sejak awal.

Dari mana sebaiknya ia mulai?

Hal yang sama berlaku untuk usaha lain. Misalnya Dita, yang punya laptop dan pandai mendesain. Ia bisa menawarkan jasa desain lewat internet dulu, tanpa perlu menyewa kios.

Pelajaran selesai

Rangkuman

Modal bukan hanya uang. Keterampilan, waktu, kenalan, dan peralatan juga modal, dan semuanya ada harganya. Pisahkan uang yang aman dipakai dari dana darurat dan uang kebutuhan hidup.

  • Modal mencakup uang, keterampilan, waktu, kenalan, dan peralatan. Semuanya ada harganya, termasuk waktu Anda sendiri.
  • Dana darurat dan uang kebutuhan hidup jangan dipakai. Pakai hanya uang yang tidak mengganggu kebutuhan rumah kalaupun habis.
  • Memulai dari yang sudah ada biasanya lebih aman daripada langsung membeli semuanya.

Usaha bukan jalan pintas · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.