Tentukan batas sebelum mulai
Berapa yang siap Anda pertaruhkan, dan kapan Anda berhenti?
Pelajaran ini belum terbuka
Materi di sini disusun berurutan supaya ceritanya nyambung. Selesaikan dulu:
Ke pelajaran yang terbukaLangkah 1 dari 5
"Pakai tabungan saja, nanti juga balik"
Tabungan Mbak Sari Rp6.000.000. Ia sempat berpikir, bagaimana kalau semuanya dibelikan bahan dan alat? Dengan begitu, keripiknya bisa langsung dijual ke banyak warung.
Memang cepat, tetapi bagaimana kalau keripiknya ternyata lambat laku?
Langkah 2 dari 5
Lihat dulu uang rumah tangga
Mulailah dari uang rumah tangga, yaitu uang yang masuk dan keluar dari rumah setiap bulan. Catat keduanya, lalu lihat berapa yang benar-benar tersisa.
Biaya hidup keluarga Mbak Sari sekitar Rp4.000.000 per bulan. Dana daruratnya juga Rp4.000.000. Artinya, cadangan itu hanya cukup untuk satu bulan kalau penghasilan tiba-tiba berhenti. Karena cadangannya setipis itu, dana darurat jelas tidak boleh dipakai untuk modal.
Catat juga waktu dan kewajiban di rumah. Mbak Sari menulis bahwa ia punya 10 jam seminggu untuk keripik. Mengantar anak ke sekolah dan pekerjaan rumah tetap berjalan seperti biasa. Ia juga memberi tahu suaminya soal uji coba ini, karena kalau gagal, keluarga ikut merasakannya.
Langkah 3 dari 5
Uang bisa tertahan di stok
Stok yang lambat laku bisa membuat uang Anda tertahan. Uangnya masih ada, tetapi dalam bentuk barang, jadi tidak bisa dipakai untuk membayar listrik. Pembeli yang terlambat membayar juga menimbulkan masalah yang sama.
Tebak dulu
Mbak Sari menitipkan 60 bungkus ke tiga warung. Biaya membuat satu bungkus Rp11.000. Potongan titip Rp1.000 baru dipotong saat keripik laku, dan warung membayar setelah keripik terjual. Berapa uangnya yang tertahan di rak warung?
Jawabannya: Rp660.000
60 bungkus dikali Rp11.000 sama dengan Rp660.000. Itu hampir dua pertiga dari uang uji cobanya yang Rp1.000.000. Kalau dua minggu keripiknya belum laku, uang itu belum bisa dipakai untuk apa pun.
Jadi saat berhitung, bayangkan keadaan buruk yang sering terjadi. Misalnya, beberapa minggu hampir tidak ada yang membeli, atau warung terlambat membayar.
Animasi Uang uji coba Mbak Sari kalau keripiknya lambat laku
- Saldo awal Rp1.000.000.
- Minggu 1: masuk Rp0, keluar Rp660.000. Saldo Rp340.000. 60 bungkus dititipkan ke tiga warung.
- Minggu 2: masuk Rp0, keluar Rp0. Saldo Rp340.000. Belum ada yang laku, jadi belum ada setoran.
- Uangnya belum hilang, tetapi Rp660.000 tertahan di rak warung. Yang bisa dipakai tinggal Rp340.000.
Langkah 4 dari 5
Batas yang ditulis di awal
Mbak Sari menuliskan batasnya sebelum menggoreng bungkus pertama.
Batas uang
Paling banyak Rp1.000.000. Dana darurat dan uang sekolah tidak disentuh.
Batas waktu
10 jam per minggu, selama 8 minggu.
Tanda menunda
Ada kebutuhan keluarga yang mendadak, atau jam kerja paruh waktunya bertambah.
Tanda berhenti
Di minggu ke-8, yang membeli lagi kurang dari 5 orang. Atau uang uji coba sudah habis.
Ilustrasi. Batas yang tepat berbeda di setiap keluarga. Yang penting, batas itu ditulis dengan angka sebelum mulai.
Batas ini menjaga Anda dari dua hal. Yang pertama, terus menambah uang karena merasa "sayang, sudah telanjur keluar banyak". Yang kedua, menyerah terlalu cepat.
Langkah 5 dari 5
Pinjaman tidak menambah pembeli
Coba putuskan
Minggu ke-5. Uang uji coba sudah terpakai Rp800.000, dan baru 3 orang yang membeli lagi. Seorang kenalan menyarankan pinjaman cepat Rp3.000.000. Katanya, supaya Mbak Sari bisa membuat lebih banyak dan menitip di lebih banyak warung.
Apa langkah yang paling bijak?
Pilihan paling tepat
Betul. Ia tetap di dalam batas yang ia buat saat pikirannya tenang. Sambil jalan, ia mencari tahu kenapa baru sedikit yang membeli lagi, misalnya soal rasa atau letak keripik di warung. Ruang geraknya sempit, tetapi uang rumah tangga tetap aman.
Pertimbangkan lagi
Pinjaman menambah uang yang dipertaruhkan, sedangkan jumlah pembelinya tidak ikut bertambah. Cicilan tetap harus dibayar walaupun keripik belum laku. Pinjaman baru masuk akal setelah penjualan rutin terbukti, cicilannya sudah dihitung, dan pemberi pinjamannya berizin serta diawasi OJK.
Pertimbangkan lagi
Ia menyelamatkan Rp200.000 dan waktu tiga minggu. Tetapi tanda berhenti yang ia tulis baru dinilai di minggu ke-8. Tiga orang yang membeli lagi juga belum tentu tanda gagal. Berhenti lebih awal masuk akal kalau muncul tanda menunda, misalnya kebutuhan mendadak.
Batas yang ditulis sebelum mulai menjaga Anda dari keputusan terburu-buru, baik menambah uang maupun menyerah terlalu cepat.
Pelajaran selesai
Rangkuman
Tuliskan batas uang, batas waktu, dan tanda berhenti sebelum mulai, saat pikiran masih tenang. Uang juga bisa tertahan di stok yang belum laku, dan pinjaman tidak menambah pembeli.
- Lihat uang rumah tangga dulu. Dana darurat, apalagi yang hanya cukup untuk sebulan, tidak boleh dipakai untuk modal.
- Uang bisa tertahan di stok yang belum laku atau di pembayaran yang terlambat.
- Tulis batas uang, batas waktu, dan tanda berhenti sejak awal. Pinjaman tidak otomatis membuat usaha lebih mungkin berhasil.
Peta modal yang sebenarnya · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.