Modul 01 · Pelajaran 3 dari 4Angka = ilustrasi

Tentukan batas sebelum mulai

Berapa yang siap Anda pertaruhkan, dan kapan Anda berhenti?

Langkah 1 dari 5

"Pakai tabungan saja, nanti juga balik"

Tabungan Mbak Sari Rp6.000.000. Ia sempat berpikir, bagaimana kalau semuanya dibelikan bahan dan alat? Dengan begitu, keripiknya bisa langsung dijual ke banyak warung.

Memang cepat, tetapi bagaimana kalau keripiknya ternyata lambat laku?

Langkah 2 dari 5

Lihat dulu uang rumah tangga

Mulailah dari uang rumah tangga, yaitu uang yang masuk dan keluar dari rumah setiap bulan. Catat keduanya, lalu lihat berapa yang benar-benar tersisa.

Biaya hidup keluarga Mbak Sari sekitar Rp4.000.000 per bulan. Dana daruratnya juga Rp4.000.000. Artinya, cadangan itu hanya cukup untuk satu bulan kalau penghasilan tiba-tiba berhenti. Karena cadangannya setipis itu, dana darurat jelas tidak boleh dipakai untuk modal.

Catat juga waktu dan kewajiban di rumah. Mbak Sari menulis bahwa ia punya 10 jam seminggu untuk keripik. Mengantar anak ke sekolah dan pekerjaan rumah tetap berjalan seperti biasa. Ia juga memberi tahu suaminya soal uji coba ini, karena kalau gagal, keluarga ikut merasakannya.

Langkah 3 dari 5

Uang bisa tertahan di stok

Stok yang lambat laku bisa membuat uang Anda tertahan. Uangnya masih ada, tetapi dalam bentuk barang, jadi tidak bisa dipakai untuk membayar listrik. Pembeli yang terlambat membayar juga menimbulkan masalah yang sama.

Tebak dulu

Mbak Sari menitipkan 60 bungkus ke tiga warung. Biaya membuat satu bungkus Rp11.000. Potongan titip Rp1.000 baru dipotong saat keripik laku, dan warung membayar setelah keripik terjual. Berapa uangnya yang tertahan di rak warung?

Rp300.000

Jadi saat berhitung, bayangkan keadaan buruk yang sering terjadi. Misalnya, beberapa minggu hampir tidak ada yang membeli, atau warung terlambat membayar.

Animasi Uang uji coba Mbak Sari kalau keripiknya lambat laku

  1. Saldo awal Rp1.000.000.
  2. Minggu 1: masuk Rp0, keluar Rp660.000. Saldo Rp340.000. 60 bungkus dititipkan ke tiga warung.
  3. Minggu 2: masuk Rp0, keluar Rp0. Saldo Rp340.000. Belum ada yang laku, jadi belum ada setoran.
  4. Uangnya belum hilang, tetapi Rp660.000 tertahan di rak warung. Yang bisa dipakai tinggal Rp340.000.

Langkah 4 dari 5

Batas yang ditulis di awal

Mbak Sari menuliskan batasnya sebelum menggoreng bungkus pertama.

Batas uji coba Mbak Sari
  • Batas uang

    Paling banyak Rp1.000.000. Dana darurat dan uang sekolah tidak disentuh.

  • Batas waktu

    10 jam per minggu, selama 8 minggu.

  • Tanda menunda

    Ada kebutuhan keluarga yang mendadak, atau jam kerja paruh waktunya bertambah.

  • Tanda berhenti

    Di minggu ke-8, yang membeli lagi kurang dari 5 orang. Atau uang uji coba sudah habis.

Ilustrasi. Batas yang tepat berbeda di setiap keluarga. Yang penting, batas itu ditulis dengan angka sebelum mulai.

Batas ini menjaga Anda dari dua hal. Yang pertama, terus menambah uang karena merasa "sayang, sudah telanjur keluar banyak". Yang kedua, menyerah terlalu cepat.

Langkah 5 dari 5

Pinjaman tidak menambah pembeli

Coba putuskan

Minggu ke-5. Uang uji coba sudah terpakai Rp800.000, dan baru 3 orang yang membeli lagi. Seorang kenalan menyarankan pinjaman cepat Rp3.000.000. Katanya, supaya Mbak Sari bisa membuat lebih banyak dan menitip di lebih banyak warung.

Apa langkah yang paling bijak?

Pelajaran selesai

Rangkuman

Tuliskan batas uang, batas waktu, dan tanda berhenti sebelum mulai, saat pikiran masih tenang. Uang juga bisa tertahan di stok yang belum laku, dan pinjaman tidak menambah pembeli.

  • Lihat uang rumah tangga dulu. Dana darurat, apalagi yang hanya cukup untuk sebulan, tidak boleh dipakai untuk modal.
  • Uang bisa tertahan di stok yang belum laku atau di pembayaran yang terlambat.
  • Tulis batas uang, batas waktu, dan tanda berhenti sejak awal. Pinjaman tidak otomatis membuat usaha lebih mungkin berhasil.

Peta modal yang sebenarnya · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.