Modul 07 · Pelajaran 3 dari 4Angka = ilustrasi

Margin, markup, dan titik impas

Berapa banyak yang harus terjual supaya tidak rugi?

Langkah 1 dari 5

"Markup 50%, berarti untung 50%, kan?"

Pemasok kemasan langganan Mbak Sari juga menjual kacang bawang. Ia menawari Mbak Sari ikut menjualnya di samping keripik. "Markup-nya 50%, Bu, jadi untungnya 50%." Benarkah untungnya 50%?

Langkah 2 dari 5

Markup dan margin, berdampingan

Misalnya biaya Rp100, lalu barangnya dijual Rp150. Selisihnya Rp50.

Animasi Selisih yang sama, dua cara membagi

  1. Biaya Rp100, dijual Rp150.
  2. Selisihnya Rp50.
  3. Markup: selisih dibagi biaya. 50 ÷ 100 = 50%.
  4. Margin: selisih dibagi harga jual. 50 ÷ 150 = 33,3%.
  5. Selisihnya sama. Yang berbeda hanya pembaginya.

Jadi "markup 50%" artinya hanya sepertiga dari harga jual yang tersisa. Setiap kali ada yang menyebut persen, tanyakan dibagi dengan apa?

Dalam obrolan sehari-hari, orang kadang memakai kata "margin" untuk sisa dalam rupiah. Di pelajaran ini, margin selalu berarti persen, yaitu sisa dibagi harga jual.

Coba putuskan

CV Kemas Mandiri membeli kotak makanan isi 100 dari pabrik seharga Rp120.000 per pak, lalu menjualnya Rp180.000. Untuk setiap pak, ada ongkos kirim Rp10.000 dan potongan pembayaran Rp5.000.

Berapa persen dari harga jual yang benar-benar tersisa setelah semua biaya per pak?

Langkah 3 dari 5

Dari sisa per bungkus ke titik impas

Setiap bungkus yang terjual menyisakan uang setelah biaya per bungkus dibayar. Orang menyebutnya kontribusi, karena uang ini ikut menyumbang untuk membayar biaya bulanan. Di sini kita sebut saja sisa per bungkus.

Biaya bulanan adalah biaya yang tetap dibayar tiap bulan walaupun sepi pembeli. Titik impas adalah jumlah yang harus terjual supaya sisa dari semua bungkus pas menutup biaya bulanan. Di titik itu Anda tidak untung, juga tidak rugi.

Tebak dulu

Setiap bungkus Mbak Sari menyisakan Rp8.000. Biaya bulanannya Rp1.200.000. Berapa bungkus yang harus terjual sebulan agar impas?

80 bungkus

Begini sisa dari setiap bungkus terkumpul sampai menutup biaya bulanan.

Animasi Dari bungkus pertama sampai titik impas

  1. Biaya bulanan Rp1.200.000 harus tertutup lebih dulu.
  2. Setiap bungkus menyisakan Rp8.000 untuk menutup biaya bulanan.
  3. 50 bungkus: terkumpul Rp400.000. Belum impas.
  4. 100 bungkus: terkumpul Rp800.000. Belum impas.
  5. 150 bungkus: terkumpul Rp1.200.000. Biaya bulanan tertutup. Di sini usaha impas, tidak untung dan tidak rugi.
  6. 190 bungkus: sudah lewat titik impas. Mulai ada sisa Rp320.000.

Langkah 4 dari 5

Coba sendiri

Ubah angka-angkanya dan perhatikan bagaimana titik impas bergeser. Coba juga turunkan harga sampai sama dengan biaya per unit.

Kalkulator

Kalkulator membutuhkan JavaScript.

Langkah 5 dari 5

Kalau sisanya nol atau minus

Coba putuskan

Supaya dagangannya cepat laku, Mbak Sari berpikir menjual keripiknya Rp12.000, sama dengan biaya per bungkus.

Apa yang terjadi?

Satu hal lagi. Ada tiga angka yang sering tertukar.

  • Sisa per bungkus dikumpulkan untuk menutup biaya bulanan. Sisa ini belum keuntungan.
  • Laba adalah uang yang tersisa setelah biaya bulanan juga tertutup. Dari sini, sisihkan juga untuk pajak.
  • Uang di rekening bisa lebih kecil daripada laba. Pokok cicilan pinjaman dan uang yang Anda ambil untuk keperluan rumah bukan biaya, tetapi tetap mengurangi uang yang ada. Hal ini dibahas lagi di Modul 13.

Kalau waktu kerja Anda sudah dihitung sebagai biaya, seperti upah Dita di setiap paket desain, jangan dikurangi lagi dari laba. Kalau belum, seperti pada keripik Mbak Sari, laba itu sekaligus menjadi upah Anda.

Pelajaran selesai

Rangkuman

Markup dihitung dari biaya, sedangkan margin dihitung dari harga jual. Titik impas adalah jumlah yang harus terjual supaya sisa dari semua penjualan cukup membayar biaya bulanan.

  • Markup adalah selisih dibagi biaya. Margin adalah selisih dibagi harga jual. Selalu tanyakan angka itu dibagi dengan apa.
  • Sisa per bungkus adalah harga jual dikurangi biaya per bungkus. Titik impas adalah biaya bulanan dibagi sisa itu, dibulatkan ke atas.
  • Kalau sisa per bungkus nol atau minus, usaha tidak akan mencapai titik impas.

Hitung biaya per bungkus dengan jujur · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.