Modul 14 · Pelajaran 2 dari 4

Membaca corong penjualan tanpa salah tafsir

Dari sekian calon pembeli, di tahap mana mereka berhenti?

Langkah 1 dari 5

"Wah, 20% toko mau!"

Bulan pertama, Mbak Sari ingin keripiknya ada di lebih banyak toko. Ia mendata 50 warung dan toko camilan di sekitar rumah yang cocok untuk dititipi.

Ia hanya punya waktu sore hari dan akhir minggu. Jadi baru 10 toko yang sempat ia tawari, lengkap dengan contoh keripik dan daftar harga titip. Dua toko setuju. Temannya langsung berkomentar, "Bagus, 20% toko mau!"

Langkah 2 dari 5

Corong, dari tahu sampai membeli

Corong penjualan menggambarkan perjalanan calon pembeli, dari mengenal tawaran Anda sampai membeli. Di setiap tahap jumlahnya menyusut. Itu wajar, karena tidak semua orang butuh atau siap membeli.

Di corong Mbak Sari, calon pembeli adalah toko yang memang mungkin mau menjual keripik. Toko yang sekadar ia lewati tidak dihitung.

Animasi Corong titip keripik Mbak Sari, bulan pertama

  1. 50 calon pembeli.
  2. 10 penawaran. Itu 20% dari 50 calon pembeli, atau 1 dari 5.
  3. 2 pesanan. Itu 20% dari 10 penawaran, atau 1 dari 5.
  4. Dari 50 calon pembeli, 2 yang memesan. Itu 4%, atau 1 dari 25. Setiap persen selalu dihitung dari tahap tertentu.

Langkah 3 dari 5

20% dari apa?

Coba putuskan

Teman Mbak Sari berkata, "20% toko yang kamu data mau menerima keripikmu. Bulan depan data 50 toko lagi, pasti dapat 10 toko baru."

Bagaimana sebaiknya membaca angka 20% itu?

Corong ini juga menunjukkan hambatan, yaitu tahap tempat paling banyak calon pembeli berhenti. Di sini, 40 toko belum pernah ditawari sama sekali. Jadi masalah terbesarnya ada pada waktu Mbak Sari untuk berkunjung. Toko yang menolak hanya sedikit.

Langkah 4 dari 5

Data masih sedikit, persennya mudah berubah

Tebak dulu

Minggu depan, satu lagi dari 10 toko yang ditawari ternyata setuju. Berapa persen toko yang ditawari kini memesan?

20 persen

Jadi sampaikan hasilnya sebagai hasil sementara. Misalnya, "Sejauh ini, 2 dari 10 toko yang ditawari mau menerima keripik." Kumpulkan data beberapa bulan dulu sebelum menyimpulkan.

Langkah 5 dari 5

Bandingkan yang sejenis, ingat lama menimbang

  • Jangan campur tahap. Orang yang mengeklik, orang yang mengirim chat, orang yang berminat, dan orang yang membeli adalah hal yang berbeda.
  • Bandingkan yang sejenis. Hasil WhatsApp bulan ini dibandingkan dengan WhatsApp bulan lalu. Jangan dibandingkan dengan hasil titip warung.
  • Ingat lama pembeli menimbang. Pembeli eceran lewat WhatsApp bisa memutuskan dalam sehari. Pemilik toko mungkin menunggu stok lamanya habis dulu.

Tiga dari 8 toko yang belum setuju ternyata masih menimbang. Mereka belum menolak. Jadi Mbak Sari mencatatnya sebagai "masih menunggu", dan tidak menganggapnya gagal.

Pelajaran selesai

Rangkuman

Setiap persen harus jelas dihitung dari tahap mana ke tahap mana. Kalau datanya masih sedikit, persennya mudah berubah, jadi jangan buru-buru menyimpulkan.

  • Corong menunjukkan di tahap mana calon pembeli berhenti. Jumlah yang menyusut di tiap tahap itu wajar.
  • Sebutkan selalu persen itu dihitung dari mana. Dua pesanan dari 10 penawaran berarti 20%, tetapi dari 50 calon pembeli hanya 4%.
  • Kalau datanya masih sedikit, persennya mudah berubah. Sebut hasilnya sementara, dan pantau beberapa bulan.

Pilih sedikit angka yang membantu memutuskan · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.