Harga pesaing boleh jadi patokan, tidak wajib ditiru
Kalau pesaing menjual Rp15.000, apakah saya harus ikut?
Pelajaran ini belum terbuka
Materi di sini disusun berurutan supaya ceritanya nyambung. Selesaikan dulu:
Ke pelajaran yang terbukaLangkah 1 dari 5
Dijual berapa, ya?
Setelah mencoba menitip keripik di tiga warung, Mbak Sari ingin memastikan harganya untuk seterusnya. Ia masih ragu. Apakah Rp20.000 per bungkus sudah tepat?
Lalu ia melihat keripik di warung sebelah dijual Rp15.000. Langsung terpikir, "Ya sudah, saya ikut Rp15.000 saja."
Sebelum ikut, ada baiknya dicek dulu apakah kedua keripik itu memang setara.
Langkah 2 dari 5
Pastikan yang dibandingkan setara
Rp15.000 itu untuk berapa banyak keripik? Ternyata keripik di warung isinya 150 gram. Keripik Mbak Sari isinya 200 gram, dan ia menjualnya Rp20.000.
Cek pemahaman
Kalau dihitung per 100 gram, mana yang lebih murah?
Pertimbangkan lagi
Angkanya memang lebih kecil, tetapi isinya juga lebih sedikit. Kalau dihitung per 100 gram, harganya Rp10.000, sama dengan keripik Mbak Sari.
Pilihan paling tepat
Betul. 150 g itu 1,5 kali 100 g, jadi Rp15.000 dibagi 1,5 hasilnya Rp10.000. 200 g itu 2 kali 100 g, jadi Rp20.000 dibagi 2 juga Rp10.000. Harga Mbak Sari tidak lebih mahal. Isinya saja yang lebih banyak.
Pertimbangkan lagi
Belum tepat. Per 100 gram keduanya sama-sama Rp10.000, jadi tidak ada yang lebih murah.
Bandingkan harga dengan satuan yang sama. Angka di label belum tentu menunjukkan mana yang lebih murah.
Selain isi atau ukuran, ada beberapa hal lain yang perlu dicek sebelum membandingkan harga:
- Mutu: bahan, rasa, dan berapa lama awetnya.
- Apa saja yang didapat pembeli: ongkos kirim, kemasan, garansi, atau revisi.
- Waktu dan tempat: dekat atau jauh, cepat atau lama.
- Harga biasa atau harga promo: harga promo hanya sementara, jadi jangan dijadikan patokan.
Langkah 3 dari 5
Harga pasar berupa rentang
Mbak Sari lalu mencatat harga lima keripik sekelas. Ada yang dari warung, toko oleh-oleh, dan marketplace (toko online di aplikasi belanja). Semuanya ia hitung per 100 gram supaya adil.
- Marketplace A (sedang promo)Rp9.000
- Warung sebelahRp10.000
- Mbak SariRp10.000
- Marketplace BRp10.500
- Marketplace CRp12.000
- Toko oleh-olehRp12.800
Pita hijau menunjukkan rentang harga biasa. Harga promo tidak dimasukkan. Harga dicatat pada 20 Oktober dan bisa berubah.
Harga Mbak Sari berada di dalam rentang. Jadi pembeli tidak akan kaget melihat harganya.
- Kalau harga Anda jauh di bawah rentang, pembeli bisa curiga soal mutunya. Bisa juga Anda sendiri yang rugi.
- Harga di atas rentang tetap boleh, asalkan pembeli bisa melihat alasannya. Misalnya bahannya lebih baik, rasanya khas, atau kemasannya lebih awet.
Langkah 4 dari 5
Barang serupa atau penawaran khusus?
Seberapa kuat harga pasar mengikat Anda bergantung pada jenis jualannya.
- Barang atau jasa yang mirip-mirip, seperti laundry kiloan biasa, gula, atau pulsa. Pembeli mudah membandingkan, jadi Anda sulit memasang harga jauh di atas pasar.
- Penawaran yang jelas berbeda, seperti jasa desain dengan jumlah revisi tertentu atau keripik dengan rasa khas. Di sini pembeli juga menimbang hasil, kepastian, dan risikonya.
Coba putuskan
Di dekat Laundry Pak Anton, ada laundry baru yang sedang promo Rp6.000/kg. Harga normalnya Rp7.000/kg. Pak Anton memasang Rp8.000/kg, sudah termasuk antar-jemput malam hari.
Apa langkah pertama yang paling bijak?
Pertimbangkan lagi
Pelanggan yang memilih karena harga mungkin bertahan. Tetapi sisa per kg langsung turun dari Rp4.500 ke Rp2.500, padahal antar-jemputnya tetap berjalan. Lagi pula, Rp6.000 itu harga promo yang hanya sementara. Langkah ini hanya masuk akal kalau hitungannya sudah dicek dan pelanggan memang pergi karena harga.
Pilihan paling tepat
Betul. Ingat, Rp6.000 itu harga promo, dan harga normalnya Rp7.000 tanpa antar-jemput. Harga itu tidak bisa disamakan dengan Rp8.000 yang sudah termasuk antar-jemput. Pak Anton bisa memastikan pelanggan tahu perbedaan itu. Sambil itu, ia memantau apakah ada pelanggan yang benar-benar pindah.
Pertimbangkan lagi
Hari ini memang tidak ada biaya. Tetapi kalau pelanggan tidak tahu bedanya, sebagian bisa pindah tanpa pamit. Paling tidak, pantau jumlah cucian setiap minggu.
Sebelum menanggapi harga pesaing, pastikan yang dibandingkan memang setara.
Langkah 5 dari 5
Hati-hati meniru harga paling murah
Bagaimana kalau Mbak Sari tetap ikut Rp15.000 untuk 200 gram? Membuat satu bungkus saja sudah menghabiskan Rp12.000. Rp15.000 dikurangi Rp12.000, sisanya tinggal Rp3.000 per bungkus.
Sisa itu dipakai untuk menutup biaya bulanan, yaitu biaya yang tetap dibayar tiap bulan walaupun sepi pembeli. Biaya bulanan Mbak Sari Rp1.200.000. Dengan sisa Rp3.000, ia harus menjual 400 bungkus sebulan hanya untuk menutupnya. Di harga Rp20.000, cukup 150 bungkus. Cara menghitungnya dibahas di pelajaran "Margin, markup, dan titik impas".
Animasi Ikut Rp15.000 atau tetap Rp20.000?
- Bungkusnya sama, yaitu 200 gram keripik Mbak Sari.
- Pilihan pertama dijual Rp15.000. Pilihan kedua tetap Rp20.000.
- Biaya membuat satu bungkus tetap Rp12.000, berapa pun harga jualnya.
- Turun harga Rp5.000 berarti sisa per bungkus juga berkurang Rp5.000, dari Rp8.000 menjadi Rp3.000.
- Untuk menutup biaya bulanan Rp1.200.000, perlu 400 bungkus di harga murah dan 150 bungkus di harga biasa.
- Harga turun Rp5.000, tetapi yang harus terjual naik dari 150 menjadi 400 bungkus.
Pelajaran selesai
Rangkuman
Pakai harga pesaing untuk melihat harga yang biasa dibayar pembeli. Harga Anda sendiri tetap dihitung dari biaya dan dari apa yang Anda tawarkan.
- Bandingkan harga dengan satuan dan isi yang sama.
- Harga pasar berupa rentang. Catat sumber dan tanggalnya, lalu pisahkan harga promo.
- Harga pesaing boleh jadi patokan. Harga Anda tetap harus cukup untuk menutup biaya.
Menetapkan aturan penawaran pertama · Peta belajar · Ditinjau 27 Oktober 2026 · Usaha dan angka di pelajaran ini fiktif, untuk belajar.